Recent Articles

Kamis, 25 Agustus 2011

sablon manual



Teman-teman dalam kesempatan ini saya ingin sedikit cerita seputar sablon kaos khusus manual. Gambar disamping adalah contoh kaos dengan sablon manual yang tergolng sederhana atau biasa disebut blok-blokan. Dalam sablon kaos manual ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil bisa maksimal. Pertama tentu saja desain, dalam mendesain seorang desainer yang baik menurut saya adalah desainer yang tahu atau mau belajar soal tekhnik sablon kaos manual. Hal ini penting karena jika desainer tidak memahami proses sablon manual sering melakukan beberapa kesalahan yang bisa berakibat hasil penyablonan tidak baik dan proses terhambat. Contoh, membuat line yang terlalu kecil, membuat efek-efek tertentu yang tidak terjangkau oleh proses sablon manual, dll. Intinya akan lebih baik dan lancar sebuah proses sablon kaos manual jika desainernya sedikit banyak memahami proses sablon.
Beberapa variasi sablon yang bisa dibuat pada sablon kaos manual sejauh yang saya tahu adalah sebagai berikut : 
Rubber
 : Adalah jenis sablon yang paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon di atas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
Pigment : Ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
Plastisol : Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. 
Sablon Superwhite
 : Mirip dengan sablon pigment, tetapi superwhite sedikit lebih tebal digunakan untuk bahan kaos terang.
Glow in the dark : Cat dengan bahan Fosfor, yg menyala saat kaos berada di tempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
Reflektif : Cat dengan bahan Fluor yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.
Discharge :Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
Flocking beludru : Cat sablon timbul yang dilapisi beludru.
Foam atau Cat timbul :Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
Sablon Foil : Jenis sablon yang menggunakan kertas berbahan logam (seperti pada undangan nikah). Biasanya warna silver atau gold.
Sablon Glitter : Sablon dengan menggunakan tinta yang di campur serbuk berwarna metalik. Tersedia dalam banyak pilihan warna.
Metalic ink : Seperti gambar nomer dua, biasa dibuat efek emas dan perak.
Lebih jauh tentang hal ini akan kita bahas dalam tekhnik sablon, jadi mohon sabar dulu ya, team kami sedang mengumpulkan informasi dari para ahli sablon.
Dari proses pengerjaanya bisa dikelompokan jadi dua jenis pengerjaan. Proses sablon kaos manual dari bahan kaos potongan dan dari kaos jadi. Proses pengerjaan ini perlu perlakuan khusus ditiap bagiannya sehingga tidak bisa disama ratakan diantara keduanya. Silahkan perhatikan kaos disamping. Desain kaos seperti ini jika dikerjakan dengan proses sablon manual dengan bahan kaos jadi akan sangat riskan, kenapa? karena ketegak lurusan pada tulisan HERNIC akan sulit dijaga. Namun demikian bagi yang sudah ahli dibidang pengerjaan kaos jadi dan didukung oleh peralatan yang memadai tentu saja mengerjakan desainkaos seperti ini tidak masalah. Hal lain yang harus diperhatikan saat menyablon kaos jadi adalah bahwa sablon kaos manual dengan kaos jadi mempunyai area kerja yang sangat terbatas, tidak bisa seleluasa menyablon dengan bahan poyongan. Untuk itulah maka rata-rata vendor kaos memilih mengerjakan dengan model kaos potongan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

membantu bagi pemula seperti saya

Poskan Komentar